Jember,jejakkasus.site – Kembali terjadi lagi kecelakaan maut di Puger,kecelakaan yang melibatkan truk pengangkut semen milik PT Imasco dengan sebuah sepeda motor,pada Minggu (12/4/2026) dua nyawa melayang.
Sebelum kejadian ini, warga sudah berkali-kali menyuarakan protes terkait jam operasional truk-truk besar yang dinilai tak terkendali.
Aktivitas kendaraan berat yang melintas di jam-jam padat tidak hanya mengganggu arus lalu lintas, tetapi juga menjadi ancaman nyata bagi keselamatan masyarakat.
Namun, peringatan tersebut seolah-olah tidak pernah benar-benar dianggap serius.
Kini, kekhawatiran itu menjelma menjadi kenyataan pahit. Dua nyawa melayang, seakan menjadi “harga” dari pembiaran yang tak kunjung ditindaklanjuti.
Tidak adanya gangguan operasional dan lemahnya pengawasan kegagalan dalam melindungi ruang publik dari risiko yang sudah lama diprediksi.
Pertanyaan mendasar pun menunjukkan: di mana peran pengawasan? Mengapa suara warga yang sudah jelas diperingatkan akan bahayanya justru diabaikan? Jika tragedi seperti ini terus berulang, maka ini bukan lagi soal kecelakaan, melainkan kelalaian sistemik yang dibiarkan terjadi.
Peristiwa di Puger harus menjadi titik balik. Pemerintah daerah dan pihak perusahaan tidak bisa lagi berlindung dibalik prosedur yang sah.
Penataan ulang jam operasional, pengawasan ketat kendaraan berat, hingga evaluasi menyeluruh harus segera dilakukan. Jika tidak, maka setiap korban berikutnya adalah konsekuensi dari sikap abai yang terus dipertahankan.
Tim Investigasi.






