Bengkulu Utara,jejakkasus.site – Rabu,10 Desember 2025 Selain menyembunyikan papan informasi, transparan untuk keterbukaan publik, Kepala Sekolah SD Negeri 168 Bengkulu Utara akui bahwa terdapat laporan progres prematur, Bahkan Kepala sekolah SDN 168 Bengkulu Utara terkesan menyangkal kredibilitas LSM dan Wartawan, hari Sabtu, 7 Desember 2025
Melalui pesan whatsapp, Kepala Sekolah dengan nama panggilan Sukan ini menunjukkan sikap arogansinya. Kepala SD Negeri 168 Bengkulu Utara melontarkan kalimat yang terkesan mendiskrimiditasi kan Marwah seorang LSM dan Wartawan.
“Bi ade biak 30 LSM Ngan wartawan mage’a uku a, cuma ko ba gi Ade berita ne” ujar Sukan dengan narasi terjemahan bahasa mengatakan LSM dan Wartawan yang mendatanginya tidak ada yang menulis berita.
jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia, “Sudah lebih dari 30 LSM dan Wartawan yang mendatangi saya, namun hanya kamu yang menulis berita.” hal tersebut sinyal men bahwa dirinya arogan, karena merasa telah membungkam mulut wartawan dan LSM.
Kepala Sekolah tersebut seolah menyatakan bahwa kedatangan LSM dan Wartawan hanya unggul dalam Kuantitas tetapi tanpa Kuantitas. Jika wartawan mengonfirmasi tanpa menulis berita, seolah memberi sinyal bahwa telah terdapat udang dibalik batu.
Sedangkan Tugasnya seorang jurnalis, LSM atau pun Ormas mencari informasi dan memberikan informasi yang akurat dalam menyampaikan berita ke publik, dalam tugas seorang jurnalis dilindungi oleh undang-undang, insiden ini bukan hanya persoalan personil, namu telah menciderai Marwah seorang pers.
Iwandi.






