Popular Posts

menggunakan unsur serta tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah karena perkara tersebut disebut masih dalam proses penyelidikan

Diduga Dipicu Kesalahpahaman, Keributan di Pintu Exit Tol Ketapang Berujung Laporan PolisiSidoarjo, 30 ,Juni,2026 – Insiden keributan yang diduga dipicu oleh kesalahpahaman terjadi di kawasan pintu Exit Tol Ketapang, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jumat (17/4/2026).pukul 01.00 dini hari Peristiwa tersebut melibatkan sejumlah pengunjung dengan pihak pengelola Angkringan Caca hingga berujung saling lapor ke pihak kepolisian.Berdasarkan keterangan yang diperoleh, peristiwa bermula ketika Angi mendatangi empat rekannya yang sedang berada di Angkringan Caca. Tak lama kemudian, pemilik angkringan, Anisa, menghampiri Angi dan menanyakan hubungan Angi dengan seorang perempuan bernama Angita. Pertanyaan tersebut tidak mendapat tanggapan dari Angi karena menganggapnya sebagai persoalan pribadi.Situasi mulai memanas ketika Ferdi, salah seorang teman Angi, menilai pertanyaan tersebut telah memasuki ranah privasi. Adu mulut pun terjadi antara Ferdi dan Anisa.Dalam suasana yang mulai memanas, Anisa meminta salah seorang karyawannya berinisial AR merekam peristiwa tersebut sebagai dokumentasi apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Namun tindakan perekaman itu diketahui Rijal, salah satu rekan Ferdi, yang merasa keberatan karena mengaku datang hanya untuk bertemu teman dan bukan membuat keributan.Ketegangan semakin meningkat hingga Anisa meminta putranya, Davit, membangunkan ayahnya, Luqman, yang saat itu sedang beristirahat di dalam mobil. Luqman kemudian datang untuk menenangkan situasi dan meminta seluruh pihak tidak membuat keributan di lokasi usaha.Menurut keterangan yang disampaikan, Luqman juga meminta rekaman video untuk dihapus serta berusaha mendamaikan kedua belah pihak. Namun tidak lama kemudian, dari timur jarak sekitar tiga meter Ferdi diduga menghampiri Luqman dan terjadi cekcok. Dalam versi keterangan Luqman, dirinya diduga dipukul, ditarik rambutnya, serta dikeroyok oleh empat orang yang disebut berinisial Ferdi, Edo, Rijal, dan Agung hingga terjatuh dan mengalami luka lecet di bagian kaki serta punggung.Melihat ayahnya diduga menjadi korban pengeroyokan, Davit disebut berupaya memberikan pertolongan dengan mengambil sebatang kayu untuk menghalau para terduga pelaku. Luqman kemudian berhasil melepaskan diri.Masih menurut keterangan tersebut, karena merasa keselamatannya terancam, Luqman mengambil (doubel stik) ruyung dari dalam mobil dan mengayunkannya ke arah Ferdi. Satu pukulan disebut mengenai Ferdi, sementara pukulan berikutnya meleset mengenai bahu jalan.Setelah kejadian, beberapa orang meninggalkan lokasi. Sementara Agung disebut masih berada di sekitar lokasi dan kemudian dibawa ke Angkringan Caca untuk dimintai keterangan serta diminta menghubungi keluarganya. Di lokasi yang sama, Ferdi yang mengalami luka sempat mendapat pukulan botol dari sejumlah pengunjung yang tidak di kenal. Luqman mengaku saat di tanyain oleh salah satu media online berusaha mencegah tindakan yang dapat memperburuk kondisi Ferdi.Kasus tersebut kini telah didalami aparat kepolisian Polsek Tanggulangin. Kedua belah pihak dikabarkan saling melaporkan atas dugaan tindak pidana yang terjadi dalam insiden tersebut. Salah satunya, Ferdi melaporkan Luqman atas dugaan pengeroyokan.Hingga saat ini, kepolisian masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa para saksi, mengumpulkan alat bukti, serta mendalami kronologi kejadian dari masing-masing pihak. Oleh karena itu, seluruh pihak tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah sampai adanya penetapan hukum yang berkekuatan tetap mengenai siapa yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *