Popular Posts

wagub Jihan : Lampung tingkatkan kewaspadaan terhadap penyakit zoonosis

Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman penyakit zoonosis, termasuk flu burung, melalui penguatan koordinasi lintas sektor dan peningkatan kapasitas investigasi wabah secara terpadu.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela saat membuka kegiatan Training of Trainer (ToT) Investigasi Terkoordinasi Kasus Flu Burung Menggunakan Joint Outbreak Investigation (JOIN) Tool Provinsi Lampung Tahun 2026.

Jihan mengatakan, pengalaman pandemi Covid-19 menjadi pelajaran penting bahwa kedaruratan kesehatan tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan, tetapi juga memengaruhi perekonomian, pendidikan, mobilitas masyarakat, ketahanan sosial, hingga kemampuan fiskal pemerintah.

Menurut dia, keberhasilan pengendalian wabah sangat bergantung pada kecepatan deteksi kasus, ketepatan pelaporan, dan koordinasi yang kuat antarlembaga.

“Covid-19 mengajarkan kepada kita bahwa kecepatan sangat menentukan, data sangat menentukan, dan koordinasi sangat menentukan keberhasilan pengendalian wabah. Keterlambatan deteksi kasus, informasi yang terfragmentasi, dan respons yang tidak terkoordinasi dapat memperpanjang dampak krisis,” kata Jihan.

Ia menegaskan, ancaman flu burung tidak bisa dipandang hanya sebagai persoalan kesehatan hewan, melainkan bagian dari ancaman kesehatan masyarakat yang memerlukan kesiapsiagaan bersama. Karena itu, pendekatan One Health yang mengintegrasikan kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan kesehatan lingkungan harus diterapkan secara nyata.

Menurut Jihan, setiap sinyal risiko yang muncul pada unggas maupun lingkungan harus segera ditindaklanjuti melalui investigasi terpadu agar potensi penyebaran penyakit dapat dicegah sejak dini.

“Ketika sinyal risiko muncul pada unggas maupun lingkungan, investigasi harus dilakukan secara terpadu dan cepat. Karena itu, koordinasi menjadi kunci dalam setiap upaya pencegahan dan pengendalian,” ujar dia.

Ia menjelaskan, investigasi wabah tidak hanya mencakup penelusuran epidemiologis, tetapi juga pengambilan dan pemeriksaan spesimen, identifikasi faktor risiko, komunikasi risiko kepada masyarakat, hingga pengambilan keputusan berbasis bukti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *