1
1Pringsewu 😭
Dinas Kesehatan Provinsi Lampung menyoroti capaian deteksi Orang dengan HIV (ODHIV) di Kabupaten Pringsewu yang dinilai masih belum optimal.
Berdasarkan data yang ada, dari estimasi 655 orang yang hidup dengan HIV di Pringsewu, baru 472 orang atau sekitar 72 persen yang telah mengetahui status kesehatannya.
Sementara sisanya diperkirakan belum terjangkau layanan pemeriksaan dan deteksi dini.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Edwin Rusli, mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena deteksi dini sangat penting untuk mencegah penularan serta memastikan pasien mendapatkan pengobatan yang tepat.
“Masih ada sekitar 28 persen yang belum mengetahui statusnya. Ini menjadi perhatian serius karena deteksi dini sangat penting,” ujarnya, Kamis (7/5/2026).
Menurut Edwin, pemerintah terus mendorong peningkatan skrining HIV melalui fasilitas layanan kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit. Selain itu, edukasi kepada masyarakat juga diperkuat untuk mengurangi stigma terhadap penderita HIV/AIDS.
la menegaskan bahwa seseorang yang mengetahui status HIV lebih awal memiliki peluang lebih besar mendapatkan terapi antiretroviral (ARV), sehingga kualitas hidup tetap terjaga dan risiko penularan dapat ditekan.
“Yang paling penting masyarakat tidak takut melakukan pemeriksaan. HIV bukan hanya persoalan kesehatan individu, tetapi juga menyangkut kesehatan masyarakat secara luas,” katanya.
Pemprov Lampung juga terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk memperluas jangkauan tes HIV, terutama pada kelompok berisiko dan daerah dengan angka kasus cukup tinggi.
Selain pemeriksaan, pendampingan terhadap ODHIV juga menjadi fokus penting agar pasien tetap rutin menjalani pengobatan dan terhindar dari diskriminasi sosial.