Bengkulu,jejakkasus.site – Rabu, 14 Januari 2026, Suasana pagi yang biasanya lengang di Desa Padang Kedondong, Kecamatan Tanjung Kemuning, tiba-tiba berubah mencekam. Tepat pukul 06.10 WIB, warga dikejutkan oleh penemuan bayi perempuan yang keberadaannya tanpa busana di bawah Jembatan Padang Guci, wilayah Kabupaten Kaur, Bayi mungil itu ditemukan dalam kondisi hidup, sebuah keajaiban yang membuat warga mengulangi sekaligus marah.
Penemuan tersebut pertama kali diketahui oleh Narwan (40), warga yang tinggal tak jauh dari jembatan, Sejak Subuh, Narwan merasa ada yang janggal, Ia melihat seorang pengendara sepeda motor mondar-mandir di area sekitar jembatan, berhenti beberapa saat, lalu pergi terburu-buru.
Rasa curiga itulah yang akhirnya mendorong Narwan turun ke bawah jembatan, Apa yang dilihatnya membuat langkahnya terhenti, Di dekat tumpukan sampah, terbaring seorang bayi perempuan tanpa sehelai kain yang melindungi tubuh sang bayi, Tangisan lirih bayi itu menjadi satu-satunya tanda kehidupan di pagi yang dingin, “Saya kaget dan langsung gemetar, Bayinya masih hidup,”
Narwan segera memanggil warga lainnya. Dalam waktu singkat, terbentuklah. Sebagian warga mencoba menenangkan bayi tersebut dengan kain seadanya, sementara yang lain segera menghubungi pihak kepolisian. Situasi yang semula hening berubah menjadi penuh emosi—antara iba, marah, dan tak percaya.
Tak lama berselang, aparat kepolisian dari Polsek Tanjung Kemuning tiba di lokasi. Proses bantuan dilakukan dengan hati-hati. Bayi tersebut langsung dibawa ke Puskesmas Tanjung Kemuning untuk mendapatkan perawatan medis. Keputusan cepat itu dinilai menyelamatkan nyawa sang bayi.
Kapolres Kaur AKBP Yuriko Fernanda melalui Kapolsek Tanjung Kemuning IPTU Priyanto membenarkan peristiwa tersebut. Ia memastikan kondisi bayi dalam keadaan sehat dan stabil, “Benar, telah ditemukan seorang bayi perempuan di bawah jembatan, untuk Bayi sudah dievakuasi dan kini dirawat secara intensif di puskesmas,” singkatnya.
Tidak membutuhkan waktu yang lama juga viral di media sosial ada seorang perempuan yang terbaring di Ruang Rumah Manna Bengkulu Selatan yang mengalami pendarahan diduga kuat usai, namun tanpa membawa bayi, Penahanan dilakukan setelah penyelidikan mendalam setelah penemuan bayi, “PA” diketahui berasal dari Kecamatan Tanjung Kemuning,
Polisi menyatakan bahwa tim sedang membawa kedua tersangka kembali ke Kaur untuk interogasi lebih lanjut, “Keduanya saat ini dijemput petugas dari Rumah Sakit Manna Bengkulu Selatan, karena ibu bayi mengalami pendarahan pasca melahirkan,” ujar IPTU Priyanto.
Iwandi.






