Menu

Mode Gelap

Daerah

Ketua Kelompok Tani Menolak Dikonfirmasi Diduga Ada Penyelewengan Penggunaan Anggaran Dana APBN


 Ketua Kelompok Tani Menolak Dikonfirmasi Diduga Ada Penyelewengan Penggunaan Anggaran Dana APBN Perbesar

Bengkulu Utara,jejakkasus.site – Jum’at, 16 Januari 2026, Setelah dipantau awak media kelokasi pembangunan irigasi di Bengkulu Utara, tengah menuai perhatian dari berbagai Media, dugaan adanya penyelewengan penggunaan anggaran dalam proyek irigasi pertanian yang bersumber dari Dana APBN-TP Ditjen Lahan dan Irigasi Pertanian, Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Investigasi awal mengarah pada indikasi penyimpangan dana setelah salah satu ketua kelompok tani, yang diidentifikasi sebagai DZN (nama samaran), enggan memberikan klarifikasi terkait pembangunan irigasi di wilayahnya Sawang Belengai Desa Taba Baru kecamatan Lais.

Saat dikonfirmasi, DZN yang merupakan ketua kelompok tani Sawang Belengai, tidak dapat memberikan informasi detail mengenai lokasi pasti pembangunan irigasi, termasuk pagu anggaran yang dialokasikan.

Dinilai tidak memadai dan justru menimbulkan pertanyaan lebih lanjut. DZN kemudian dilaporkan memblokir nomor WhatsApp awak media, semakin memperkuat dugaan adanya upaya menutup-nutupi informasi publik.

 

Lebih lanjut, berdasarkan pengakuan DZN kepada awak media saat bertemu di jalan raya Desa Suka Langu pada siang hari sekitar jam 10.00 WIB lebih kurang, dana yang dikelola kelompok taninya diperkirakan sekitar Rp 90.000.000.

Ia juga menyebutkan bahwa papan Informasi proyek telah dilepas atas perintah konsultan, yang dianggap awak media sebagai upaya untuk menghilangkan jejak pada saat awak media pamit untuk cek kelapangan di mana lokasi tempat pembagunan irigasi tersebut.

Awak media yang melakukan pengecekan lapangan menemukan bahwa beberapa titik bangunan irigasi yang dibangun oleh kelompok tani yang diketuai oleh DRZ (kemungkinan merujuk pada DZN) menunjukkan tanda-tanda keretakan, bahkan belum lama setelah kegiatan pembangunan selesai.

Kondisi ini mengindikasikan adanya dugaan pengurangan takaran campuran semen dan penghematan biaya material yang tidak sesuai spesifikasi, sehingga merusak kualitas bangunan dan menimbulkan kerugian negara. Awak media mendesak adanya klarifikasi lebih lanjut dan audit menyeluruh terhadap proyek tersebut.

Iwandi.

Artikel ini telah dibaca 22 kali

Baca Lainnya

Oknum Kadus Subing Jaya Ukur Tanah Bersengketa Tanpa Dasar Jelas, Warga Murka

12 April 2026 - 10:09

Diduga Manipulasi Distribusi LPG Subsidi di Tuban, Oknum Agen Jual Tabung 3 Kg hingga Rp28 Ribu dan Gunakan Mobil Non Resmi

7 April 2026 - 17:33

Bupati Arie Septia Adinata, SE.,M.AP Terima Kunjungan Mahasiswa Universitas Ratu Samban Sinergi Membangun Bengkulu Utara

7 April 2026 - 17:29

Akibat Curah Hujan Ekstrem Desa Kota Titik Kecamatan Pematang Tiga Mengalami Banjir Bandang di Beberapa Titik Akses Jalan Terendam

6 April 2026 - 08:47

Nihan Warga Kebonagung Jadi Korban Mafia Tanah

31 March 2026 - 16:51

Terima LHP dari BPK RI, Bupati Bengkulu Utara Optimis Tata Kelola Keuangan Semakin Baik

13 February 2026 - 04:06

Trending di Daerah