Menu

Mode Gelap

Pendidikan

Dua Sekolah di Pematang Tiga Tak Tersentuh Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Dengan Alasannya “Jalan Jelek dan Buruk”


 Dua Sekolah di Pematang Tiga Tak Tersentuh Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Dengan Alasannya “Jalan Jelek dan Buruk” Perbesar

​Bengkulu Tengah,jejakkasus.site – Jum’at 6 Februari 2026 – Di tengah gencarnya implementasi program unggulan Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan tambahan nutrisi bagi anak sekolah di seluruh pelosok Indonesia, kenyataan pahit justru terjadi di Kecamatan Pematang Tiga, Kabupaten Bengkulu Tengah.

​Dua lembaga pendidikan, yakni SDN 53 Bengkulu Tengah dan MTs di Desa Kota Titik, dilaporkan sudah dua bulan tidak menerima bantuan Makan Bergizi Gratis (MBG). Kondisi ini memicu kekecewaan mendalam dari pihak sekolah, orang tua siswa, hingga pemerintah desa setempat.

​​Berdasarkan laporan masyarakat kepada awak media pada Rabu (4/2), bantuan yang seharusnya merata di seluruh wilayah Kecamatan Pematang Tiga tersebut justru terhenti di Desa Batu Beriang. Warga menyayangkan adanya tebang pilih dalam distribusi bantuan yang bersumber dari instruksi presiden ini.

​”Kami sangat mengharapkan bantuan ini untuk murid-murid kami. Kami merasa iri melihat sekolah lain sudah rutin mendapatkan tambahan makanan bergizi, sementara anak-anak kami di Desa Kota Titik seperti dilupakan,” ujar salah satu pihak sekolah yang enggan disebutkan namanya.

​Senada dengan itu, perwakilan Pemerintah Desa Kota Titik membenarkan bahwa kedua sekolah di wilayah mereka sama sekali belum menyentuh program MBG sejak dua bulan terakhir.

​Saat dikonfirmasi, Ketua Dapur MBG yang berlokasi di Desa Batu Beriang, Santos, memberikan alasan yang mengejutkan. Ia berdalih bahwa kendala infrastruktur dan jarak menjadi alasan utama makanan tersebut tidak sampai ke SDN 53 dan MTs Kota Titik.

​”Alasannya karena merekam jelek dan lokasi sekolahnya jauh,” ungkap Santos saat dimintai keterangan oleh awak media.

Ironisnya, Santos juga mengakui bahwa hingga saat ini terhenti belum melakukan cek lokasi secara langsung ke Desa Kota Titik, padahal program ini sudah berjalan berbulan-bulan di kecamatan yang sama. Hal ini memicu kritik tajam terkait profesionalisme dan tanggung jawab pengelola dapur MBG dalam melakukan pemetaan sasaran sebelum program dijalankan.
​​Program
MBG dirancang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak dini tanpa mengungkapkannya. Masyarakat mendesak pihak-pihak terkait, termasuk Dinas Pendidikan dan instansi pengawas, untuk segera turun tangan mengaktifkan kinerja pengelola dapur MBG di Kecamatan Pematang Tiga.

​Pihak pengelola berjanji akan segera meninjau lokasi sekolah di Desa Kota Titik. Namun, bagi para siswa dan wali murid, janji “akan cek lokasi” dirasa terlambat mengingat hak anak-anak untuk mendapatkan nutrisi seimbang telah terabaikan selama berbulan-bulan.

Iwandi.

Artikel ini telah dibaca 13 kali

Baca Lainnya

Kepala SMPN 32 Mengucapkan Ribuan Terima Kasih Atas Apresiasi dan Dukungan Pemerintah Pusat Untuk Program Revitalisasi yang Diberikan

2 February 2026 - 13:12

Banyak Jaring Pendonor Pemula, PMR Wira MAN 2 Jember Aktif Gelar Aksi Kemanusiaan Donor Darah

27 January 2026 - 13:21

SMKN 4 Jember Ukir Prestasi, Siap Bersaing Global, Untuk Kado Akhir Tahun 2025

30 December 2025 - 07:42

13 Siswa SMAN 1 Jember Lanjutkan Studi ke Luar Negeri dengan Beasiswa, Merupakan Kado Akhir Tahun 2025

30 December 2025 - 07:35

Kaperwil Lampung PT Indonesia Jaya Group dan PT Globalindo Perintah Buat Laporan ke Aph dan Dinas Terkait

25 December 2025 - 14:51

Unjuk Inovasi Otomotif Pelajar, SMK 3 Pancasila Ambulu Jember Gelar Contest Sepeda Motor

19 December 2025 - 05:51

Trending di Pendidikan