Distribusi Terganggu, Sejumlah SPBU di Bondowoso Kehabisan BBM


BONDOWOSO — Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Bondowoso mengalami kekosongan stok BBM.

Kondisi tersebut membuat sejumlah pengendara kesulitan memperoleh bahan bakar, terutama Pertalite.


Situasi ini dilaporkan terjadi pada Kamis (3/9/2026). Tidak hanya Pertalite, beberapa jenis BBM lainnya seperti Pertamax, Pertamax Turbo, dan Solar juga disebut mengalami kekosongan di sejumlah titik.


Di salah satu SPBU kawasan Tamansari, pengendara yang hendak mengisi bahan bakar mendapati sejumlah produk BBM telah habis.

Bahkan, terdapat pengendara yang terpaksa mendorong sepeda motornya karena kehabisan bahan bakar dan tidak memperoleh BBM di lokasi tersebut.


Kondisi serupa terjadi di wilayah Kotakulon. Stok BBM disebut berkurang secara bertahap sepanjang hari hingga akhirnya Pertalite dilaporkan habis pada malam hari.


Distribusi Mengalami Hambatan
Kekosongan stok di sejumlah SPBU diduga berkaitan dengan keterlambatan distribusi.

Kepadatan lalu lintas di kawasan Ketapang dan Tanjung Wangi, Banyuwangi, disebut turut menghambat perjalanan kendaraan tangki pengangkut BBM menuju sejumlah wilayah, termasuk Bondowoso.


Pertamina menyampaikan bahwa keterlambatan distribusi memang terjadi di sejumlah SPBU akibat kondisi lalu lintas di kawasan Pelabuhan Ketapang. Pemantauan serta evaluasi distribusi terus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas dan kebutuhan BBM di masing-masing wilayah

.
Kemacetan di kawasan Tanjung Wangi pada 3 September juga dilaporkan mencapai sekitar 12 hingga 15 kilometer. Kondisi tersebut berdampak terhadap mobilitas kendaraan pengangkut BBM dari terminal menuju daerah distribusi.


Pasokan Secara Umum Diklaim Tetap Terjaga
Meski terjadi kekosongan di sejumlah SPBU, kondisi tersebut belum dapat diartikan sebagai kelangkaan Pertalite di seluruh wilayah Bondowoso.


Pertamina Patra Niaga sebelumnya menyatakan stok BBM subsidi di Jawa Timur, termasuk Bondowoso, masih aman.

Percepatan distribusi juga dilakukan untuk mengatasi antrean Pertalite dan Biosolar di sejumlah SPBU.


Berdasarkan data yang disebut dalam laporan tersebut, realisasi penyaluran Pertalite di Bondowoso hingga 26 Juni 2026 telah mencapai sekitar 96 persen atau 8.272 kiloliter.

Pertamina menjelaskan bahwa kuota tahunan dan stok fisik merupakan dua hal yang berbeda sehingga tingginya realisasi penyaluran tidak otomatis menunjukkan bahwa BBM telah habis secara permanen.


Pertamina juga menyatakan distribusi ke jaringan SPBU terus dipantau dan dapat diperkuat apabila terjadi peningkatan kebutuhan di suatu wilayah.


Pengendara Diminta Tidak Membeli Berlebihan
Kekosongan di beberapa SPBU membuat pengendara harus mencari lokasi lain yang masih memiliki persediaan. Perpindahan masyarakat secara bersamaan berpotensi menimbulkan antrean panjang di SPBU yang stoknya masih tersedia.


Karena itu, kondisi yang terjadi di Bondowoso lebih mengarah pada gangguan atau keterlambatan distribusi di sejumlah titik, bukan kelangkaan BBM secara menyeluruh.


Percepatan pengiriman pasokan menjadi salah satu langkah penting agar ketersediaan BBM di tingkat SPBU kembali normal. Masyarakat juga diimbau membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan agar stok dapat mencukupi kebutuhan bersama.

(RED)IQBAL)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *