Pringsewu,jejakkasus.site – Kritik terhadap pelayanan RSU Mitra Husada Pringsewu kian menguat. Setelah keluarga almarhumah Marhamah (70) menunggu lama ambulans untuk pemulangan jenazah, rumah sakit justru dinilai gagal menunjukkan empati.
Hingga berjam-jam setelah acara itu, tidak ada permintaan maaf maupun klarifikasi resmi yang disampaikan kepada keluarga.
Alih-alih hadir dengan penjelasan dan tanggung jawab, RS Mitra Husada justru mengirimkan layanan pengawasan kepuasan melalui aplikasi WhatsApp.
Pesan tersebut diterima oleh RW, anak almarhumah Marhamah, sekira pukul 18.00 WIB, pada hari yang sama setelah sang ibu dinyatakan meninggal dunia.
Dalam pesan tersebut, rumah sakit mengucapkan terima kasih atas kepercayaan keluarga dan meminta kesediaan untuk mengisi kuesioner kepuasan layanan. Pesan itu juga mencantumkan nama almarhumah secara langsung, sebuah langkah yang oleh keluarga dinilai tidak sensitif terhadap kondisi psikologis mereka yang masih berduka.
Situasi ini menambah daftar mengecewakan keluarga. Pasalnya, sejak keluhan disampaikan pada pagi hari terkait keterlambatan ambulans, keluarga mengaku belum menerima penjelasan apa pun dari manajemen rumah sakit.
“Belum ada penjelasan atau permintaan maaf, tapi justru diminta menilai kepuasan layanan. Ini sangat mengejutkan dan menyakitkan,” ujar RW kepada wartawan.
Pengiriman pesan tersebut membuat keluarga Marhamah meninjau serius sistem dan etika komunikasi RSU Mitra Husada. Mereka menambahkan apakah pengiriman survei dilakukan secara otomatis tanpa mempertimbangkan kondisi pasien dan keluarga, atau mencerminkan tidak adanya protokol empati dalam layanan pascakejadian.
Dalam pelayanan kesehatan, penanganan kematian pasien bukan hanya urusan administrasi. Ada aspek kemanusiaan dan etika yang seharusnya menjadi prioritas utama. Permintaan penilaian kepuasan di tengah duka, tanpa didahului spesifikasi dan permohonan maaf, dinilai justru menampilkan kegagalan manajemen dalam membaca situasi krisis.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen RSU Mitra Husada Kabupaten Pringsewu belum memberikan keterangan resmi terkait pengiriman pesan survei tersebut maupun sikap institusi atas keluhan keterlambatan ambulans. (*)
Pepi.






