Jember,jejakkasus.site – Apel Sholawat Kebangsaan yang digelar di Lapangan Desa Suger Kidul menjadi salah satu rangkaian penting dalam kegiatan Gus’e Menyapa Jelbuk. Mengusung tema “Dengan Semangat Sholawat Kebangsaan, Kita Tingkatkan Cinta Tanah Air”, kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang kebersamaan antara pemerintah daerah dan masyarakat, tetapi juga wadah pemenuhan komitmen besar Pemerintah Kabupaten Jember di bidang pendidikan, khususnya program beasiswa.
Bupati Jember, Gus Fawait, menyampaikan bahwa Gus’e Menyapa bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bingkai besar yang di dalamnya memuat berbagai program strategi pemerintah daerah. Mulai dari program sosialisasi Pemkab Jember, penyerapan aspirasi masyarakat, hingga langkah konkret pengendalian inflasi melalui pembagian sembako kepada warga.
“Gus’e Menyapa ini memang hanya membingkai acara.Tetapi di dalamnya ada banyak agenda penting, mulai dari mendengarkan aspirasi masyarakat, menyampaikan program-program Pemkab, hingga pengendalian inflasi. Semua yang kami lakukan masyarakat agar benar-benar merasakan kehadiran pemerintah,” ujar Gus Fawait
Namun demikian, dalam kesempatan tersebut, Gus Fawait secara khusus menekankan perhatian serius Pemerintah Kabupaten Jember terhadap sektor pendidikan. Ia menyampaikan perkembangan terbaru terkait program beasiswa yang saat ini tengah direalisasikan untuk puluhan ribu pelajar asal Jember.
Gus Fawait menjelaskan bahwa penyaluran beasiswa untuk pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) telah menjangkau hampir seluruh penerima. Dari total sekitar 7.000 mahasiswa, hanya tersisa 15 mahasiswa yang masih mengalami kendala teknis dalam proses transfer ke kampus. “Kalau dari 7.000 mahasiswa, tinggal 15 yang belum tuntas, bagi saya itu sudah 99,9 persen. Insya Allah kendala teknis ini segera selesai,” tegasnya.

Selain UKT, Pemkab Jember juga telah merealisasikan bantuan biaya hidup bagi mahasiswa penerima beasiswa afirmasi ekonomi dan santri. Bantuan biaya hidup tersebut telah disalurkan dengan nominal berkisar antara Rp800.000 hingga Rp1.000.000 per pelajar. Saat ini, masih terdapat sekitar 2.000 mahasiswa yang belum menerima biaya hidup akibat perbedaan mekanisme perbankan, khususnya bagi penerima yang tidak menggunakan Bank Jatim.
Ia juga menegaskan bahwa mahasiswa penerima beasiswa tidak perlu mendaftar ulang pada tahun berikutnya. Selama mereka mampu mempertahankan prestasi akademik, beasiswa akan terus diberikan hingga lulus. “Siswa anak-anak tidak perlu khawatir. Tidak perlu mendaftar lagi tahun depan. Selama prestasinya dijaga, beasiswa akan terus berjalan sampai lulus,” ungkapnya.
Lebih jauh lagi, Gus Fawait menyampaikan bahwa Pemkab Jember tengah menyiapkan langkah lanjutan untuk pengembangan beasiswa jenjang pendidikan yang lebih tinggi, termasuk S2 dan S3. Bahkan, Pemkab Jember mulai membuka peluang beasiswa ke luar negeri sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Tak hanya mengandalkan pemerintah, Gus Fawait juga menggandeng sektor swasta untuk berperan aktif. Ia mengungkapkan telah berkomunikasi dengan sejumlah perusahaan, salah satunya Imasco, agar turut mendukung program pendidikan dengan mengirim putra-putri Jember untuk menempuh pendidikan di Cina dan langsung diserap sebagai tenaga kerja setelah lulus.
Melalui kegiatan Gus’e Menyapa Jelbuk yang dirangkai dengan Apel Sholawat Kebangsaan ini, Pemerintah Kabupaten Jember menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada pembangunan manusia. Pendidikan Ditempatkan sebagai pondasi utama menuju Jember yang lebih maju, berdaya saing, dan berkeadilan.
Pewarta : Komaidi.






